Cerpen Alam ▷ SENYUMAN PUTRI HUJAN Karya Mellia Fransiska

Posted on

Cerpen Alam ▷ SENYUMAN PUTRI HUJAN Karya Mellia Fransiska
Rintik-rintik hujan kembali datang menyapa hangatnya kemilau mentari siang ini. Tetes-tetes air mulai turun ke bumi. Mentari yang cerah tergantikan oleh hujan yang siap membasahi apa saja yang dilewatinya. Hujan yang datang menggantikan tugas sang mentari, menandakan selesai pula tugas Arina dan digantikan oleh Tara.

Semua fenomena alam di muka bumi ini diatur oleh kelima saudara putri Raja Langit. Megana si sulung sang penguasa cakrawala, Arina sang penguasa mentari, Lyra sang penguasa salju, Crista sang penguasa angin, dan Tara si bungsu sang penguasa hujan. Kelima putri ini melaksanakan tugas mereka berdasarkan perintah sang Ayah yang mengatur kapan fenomena alam tersebut harus terjadi. Tara sendiri melaksanakan tugasnya sambil duduk di atas awan dan tak lupa, jari-jari lentiknya senantiasa menaburkan kristal-kristal hujan yang diturunkan ke bumi.

Namun, akhir-akhir ini, Tara sang penguasa hujan tersebut sedih. Setiap kali melihat ke arah bumi, dia selalu melihat banyak umat manusia yang menderita akibat banjir. Memang, beberapa waktu terakhir Ayah menyuruhnya untuk menaburkan kristal hujan lebih banyak lagi ke bumi. Sebagai anak yang baik, tentunya Tara harus mengikuti perintah Ayahnya tanpa banyak bertanya. Namun, bukan ini yang diharapkan oleh Tara. Sebagai seorang putri hujan, Tara ingin tugasnya dalam menurunkan hujan ke muka bumi membawa banyak manfaat bagi umat manusia. Hujan yang membawa kesukacitaan bagi umat manusia, bukannya hujan yang membawa kesengsaraan dimana-mana.

Akhirnya, Tara pergi menemui sang Ayah untuk bertanya mengenai hal ini. Lagipula, selama ini dia tidak pernah bertanya apa-apa kepada sang Ayah.

“Ayah, aku ingin bertanya satu hal kepada Ayah. Mengapa akhir-akhir ini Ayah selalu menyuruhku menaburkan kristal lebih banyak lagi untuk diturunkan ke bumi? Kristal-kristal hujan yang kutaburkan begitu banyak sehingga mendatangkan banjir dan menimbulkan kesengsaraan dimana-mana. Tolong aku Ayah, jelaskan mengapa hal ini Ayah lakukan?. ”
“Putriku, sebenarnya belum sekarang Ayah jelaskan padamu. Namun, apa boleh buat. Ayah tidak kuasa menahan tangisan bumi yang menjerit minta tolong kepada Ayah untuk menghukum mereka atas perbuatan yang telah mereka lakukan. Ayah terpaksa melakukan semua ini. Jeritan bumi membuat Ayah bergetar dan akhirnya menyuruhmu lebih banyak lagi menaburkan kristal ke bumi. Tolong kau pahami dan mengerti maksud Ayah!. ” Jelas sang Ayah seraya menatap Putri bungsunya itu.
“Tapi, apakah masih ada cara lain yang bisa dilakukan selain menghukum mereka dengan cara seperti ini?. ” Tanya Tara penuh harapan.
“Tidak ada cara lain putriku. Selain menyadarkan mereka bahwa bumi sedang murka. ”

Kata-kata sang Ayah membuat Tara diam seribu bahasa.

“Huh, kenapa sih mereka selalu menganggapku sebagai orang yang sok peduli lingkungan? Padahal, aku hanya menegur mereka untuk tidak membuang sampah sembarangan. Padahal, aku hanya mengingatkan mereka untuk tidak menebang pohon secara ilegal. Apa aku salah? Aku hanya ingin menyadarkan mereka bahwa bumi kita harus dilestarikan agar anak cucu kita nanti bisa menikmati hasilnya!. ”

Kata-kata si gadis dari bumi tersebut mampu membuat Tara tersadar dari lamunannya. Apa yang diucapkan si gadis tersebut seolah mampu membangunkan Tara dari tidur panjangnya. Tidak salah? Ternyata masih ada umat manusia yang peduli dengan nasib bumi ini.

“Aku harus bisa masuk ke dalam mimpi gadis itu agar bisa membantu mewujudkan misi mulianya itu. Bagaimanapun caranya, lewat gadis itulah aku bisa menyadarkan umat-umat manusia yang ada di bumi ini untuk menghentikan aksi gila mereka merusak lingkungan!. ” Seru Tara seraya tersenyum.

Lalu, pada malam harinya ketika si gadis yang bernama Reandra tersebut sedang tidur, Tara mulai masuk ke dalam mimpinya. Tara berusaha menyakinkan gadis itu bahwa impiannya tidak akan sia-sia.

“Hai, aku Tara. Aku tadi memperhatikan kamu bersedih sendiri di depan teras rumahmu. Aku tahu kalau kamu punya misi untuk mewujudkan sebuah lingkungan yang hijau. Namun sayang, semua orang selalu menganggapmu sok peduli lingkungan. ”
“Lalu, apa urusannya denganmu?. ” Tanya gadis itu bingung.
“Justru itu, aku ingin membantumu untuk mewujudkan misimu itu. Aku hanya ingin melihat mereka sadar dan terbebas dari bencana alam yang diakibatkan oleh perbuatan mereka sendiri. Aku akan sangat bahagia jika mereka mau peduli dengan bumi ini!. ” Jelas Tara.
“Kamu kan, putri Raja. Jadi untuk apa kamu susah payah berjuang membantuku? Jika terjadi bencana, kamu dan saudara-saudaramu kan tidak kena?. ”
“Kamu salah. Justru karena putri Raja itulah aku harus membantu melindungi bumiku. Bagaimana, mau kan bekerja sama denganku?. ” Tanya Tara seraya memohon.
“Emm, baiklah. Aku mau bekerja sama denganmu. Sekarang kita Teman Kerja Lingkungan!. ”
“Setuju!. ” Angguk Tara seraya mengacungkan jempol ke arah Reandra.

Bunyi kokok ayam menghentikan pembicaraan mereka.

Setelah mendapat mimpi dari Tara, si gadis itu kini mulai optimis bahwa usahanya tidak akan sia-sia. Terlebih, setelah ia ditunjuk oleh universitasnya untuk mengikuti lomba film dokumenter bertema lingkungan. Reandra seolah mendapat kesenangan tersendiri. Dia merasa bahwa Tuhan telah mengabulkan doa-doanya dan membuka tabir cahaya untuknya.

Reandra tentu tak lupa untuk memberitahu Tara tentang kabar bahagia ini. Kebetulan, Tara setiap hari datang ke dalam mimpi Reandra. Sehingga Reandra dapat memberitahu dan melaporkan apa saja yang terjadi selama satu hari itu kepada Tara. Tentu, Tara sangat senang mendengarnya. Tara bahkan sangat antusias mendukung Reandra untuk membuat film dokumenter yang dapat menggugah hati banyak orang yang melihatnya. Jika film dokumenter hasil karya Reandra menang, maka film itu akan disaksikan oleh jutaan pasang mata di seluruh Indonesia dan itu artinya, akan semakin banyak pula orang yang sadar akan pentingnya kelestarian lingkungan.

Tara setiap hari dapat melihat kerja keras dan usaha dari gadis itu. Tara dapat merasakan betapa gigihnya perjuangan Reandra agar tercipta sebuah hasil karya yang mampu mengubah lingkungan ini menjadi lingkungan yang benar-benar layak untuk ditempati.

“Semoga usaha gadis itu membuahkan hasil yang cemerlang. ” Bisik Tara dalam hatinya.

Tara memang hanyalah satu-satunya putri Raja Langit yang peduli tentang segala urusan yang terjadi di bumi. Saudara-saudaranya yang lain hanya bisa geleng-geleng kepala melihat aksi adik mereka yang terbilang cukup konyol ini. Mereka memang tidak mau ambil bagian. Bagi mereka, usaha Tara hanya buang-buang waktu saja.

“Lagipula, itu kan urusan manusia di bumi. Jadi untuk apa kita susah payah ikut-ikutan mengurusi urusan mereka?. ” Kata Megana, si sulung.

Namun, Tara tetap pada pendiriannya. Tara yakin bahwa apa yang dilakukan oleh gadis itu tidak akan kandas begitu saja. Semua akan membuahkan hasil yang spektakuler. Dan, prinsip ini terus digenggam erat oleh Tara sampai akhirnya pengumuman juara pembuat film dokumenter itu tiba. Tara sangat gugup ketika menyaksikan pengumuman itu dari kaca jendela di langit. Saudara-saudaranya yang lain pun ikut tegang. Walaupun awalnya mereka tidak peduli, namun karena melihat kesungguhan Tara dan Reandra, mereka mulai sadar bahwa sebagai putri langit mereka juga berkewajiban untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menjaga kelangsungan hidup bumi.

Detik-detik pengumuman itu dimulai. Reandra hanya bisa berdoa agar hasil karyanya menang pada kompetisi ini. Jantung Reandra, Tara, dan saudara-saudaranya yang lain semakin berdegup kencang ketika MC mulai naik ke atas panggung.

“Baiklah, Kita akan segera mengetahui siapa pemenang lomba pembuatan film dokumenter bertema lingkungan kali ini. Langsung saja kita sambut juara kita atas nama Reandra Nafiza!. ”

Tepuk tangan memecah keheningan di ruang auditorium saat nama Reandra diumumkan sebagai juara. Bahagia rasanya hati Reandra karena usaha dan kerja kerasnya tidak sia-sia. Tara yang juga sedang meloncat-loncat kegirangan karena senangnya, bisa merasakan kebahagiaan Reandra. Kini, film dokumenter yang dibuat Reandra akan disaksikan oleh banyak orang.

“Kita tunggu saja efek dari film itu!. ” Gumam Tara.

Seminggu berlalu, sekarang banyak orang yang sudah mulai sadar tentang pentingnya menjaga lingkungan dari film dokumenter yang dibuat Reandra. Mereka mulai berusaha menanam pohon untuk menggantikan pohon yang sudah gundul, membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan sampah plastik, dan masih banyak lagi. Tara yang menyaksikan semua ini begitu senang dan bahagia. Tidak sia-sia perjuangannya dengan sosok gadis peduli lingkungan bernama Reandra yang saat ini sudah menjadi seorang aktivis lingkungan hidup Indonesia. Kini kesedihan dan tangisan sang putri hujan sudah tergantikan dengan senyuman yang begitu indah. Senyuman sang putri hujan.

Profil Penulis:
Nama ku Mellia Fransiska. Aku biasa dipanggil Mellia. Sekarang aku sedang menempuh pendidikan di SMK NEGERI 1 Sungailiat, Bangka Belitung.
Alamat Facebookku Mellia Fransiska.